Table of Contents
Temporal Variability and Trends of Rainfall, Temperature and Water Balance in Za-Kpota
Overview
Penelitian ini membahas variabilitas spasial-temporal curah hujan, suhu, dan neraca air di wilayah Za-Kpota, Benin Selatan selama periode 1993–2022. Wilayah ini sangat bergantung pada pertanian tadah hujan sehingga rentan terhadap perubahan iklim. :contentReference[oaicite:0]{index=0}
Latar Belakang
Perubahan iklim global menyebabkan variasi curah hujan dan suhu yang berdampak pada sektor lingkungan dan ekonomi, terutama di Afrika Barat. Variabilitas ini memicu kejadian ekstrem seperti kekeringan, banjir, serta perubahan musim tanam. :contentReference[oaicite:1]{index=1}
Di Benin, fluktuasi iklim berdampak langsung pada pertanian dan pengelolaan sumber daya alam, sehingga diperlukan analisis mendalam untuk mendukung strategi adaptasi. :contentReference[oaicite:2]{index=2}
Tujuan Penelitian
Tujuan utama penelitian ini adalah:
- Menganalisis variabilitas dan tren curah hujan dan suhu
- Mengevaluasi neraca air klimatik
- Mengidentifikasi kejadian iklim ekstrem
- Menilai dampak terhadap sistem pertanian :contentReference[oaicite:3]{index=3}
Lokasi Penelitian
Za-Kpota terletak di Benin bagian selatan dengan luas ±600 km² dan populasi sekitar 132.818 jiwa. :contentReference[oaicite:4]{index=4}
Karakteristik iklim:
- Iklim subekuatorial
- Dua musim hujan (Maret–Juli dan September–November)
- Curah hujan rata-rata: ±1350 mm/tahun
- Suhu: 24–34°C :contentReference[oaicite:5]{index=5}
Metodologi
Penelitian menggunakan data klimatologi dari stasiun Bohicon (1993–2022).
Analisis meliputi:
- Rata-rata aritmatika
- Neraca air (P - ETP)
- Indeks SPI (Standardized Precipitation Index)
- Analisis awal dan akhir musim hujan
- Indeks iklim ekstrem
- Uji tren (Pettitt, Buishand) :contentReference[oaicite:6]{index=6}
Hasil dan Pembahasan
Variabilitas Curah Hujan
- Pola bimodal (dua musim hujan)
- Curah hujan tertinggi bulan Juni (~309 mm)
- Variasi tahunan: 679 mm – 1542 mm
- Tren meningkat lemah (~5.14 mm/tahun) :contentReference[oaicite:7]{index=7}
Distribusi:
- 50% tahun basah
- 36.7% tahun kering
- 13.3% normal :contentReference[oaicite:8]{index=8}
Tren Suhu
- Suhu rata-rata: 28.16°C
- Tertinggi: Maret (~29.5°C)
- Terendah: Agustus (~25.8°C)
- Tren meningkat (pemanasan global) :contentReference[oaicite:9]{index=9}
Neraca Air Klimatik
- Defisit tahunan: -171.3 mm
- Surplus utama: Mei–Juni (+279.8 mm)
- Defisit besar: November–April :contentReference[oaicite:10]{index=10}
Kelembapan Udara
- Rata-rata: 74% – 84%
- Tinggi saat musim hujan
- Berpengaruh pada kesehatan dan pertanian :contentReference[oaicite:11]{index=11}
Kecepatan Angin
- Maksimum sekitar April (~3 m/s)
- Mempengaruhi evaporasi dan pertanian :contentReference[oaicite:12]{index=12}
Dampak Lingkungan dan Pertanian
Variabilitas iklim menyebabkan:
- Ketidakpastian musim tanam
- Penurunan produktivitas pertanian
- Risiko kekeringan dan banjir
- Tekanan terhadap sumber daya air :contentReference[oaicite:13]{index=13}
Keterbatasan Penelitian
- Data hanya dari satu stasiun
- Tidak mencakup dampak langsung pada hasil pertanian
- Periode terbatas hingga 2022 :contentReference[oaicite:14]{index=14}
Kesimpulan
Wilayah Za-Kpota menunjukkan variabilitas iklim yang tinggi dengan:
- Curah hujan tidak stabil
- Suhu meningkat
- Neraca air cenderung defisit :contentReference[oaicite:15]{index=15}
Hal ini berdampak pada ketahanan pangan dan sistem pertanian.
Rekomendasi
- Integrasi data iklim dalam perencanaan wilayah
- Pengembangan irigasi dan infrastruktur air
- Penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan
- Penguatan sistem peringatan dini iklim :contentReference[oaicite:16]{index=16}
